Selasa, 23 Oktober 2012

Wajah Berubah Pucat Seperti Mayat Setelah Mewarnai Rambut

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/12/01/article-1232398-076B1108000005DC-873_224x337.jpg

Hati-hati jika Anda senang mewarnai rambut. Seorang gadis di Inggris sempat mengalami alergi yang sangat parah setelah mengecat rambutnya karena bahan cat rambutnya memicu reaksi eksim. Atas penderitaan yang dialami, pengadilan menghukum pemilik salon untuk membayar kompensasi 20 ribu poundsterling kepada gadis tersebut.

Kasus tersebut dialami Charlotte Gilchrist di tahun 2004 saat ia berusia 16 tahun. Saat itu ia mengalami reaksi alergi yang sangat parah setelah melakukan pewarnaan rambut di sebuah salo. Akibat alergi ini Charlotte terpaksa tidak sekolah beberapa hari dan mengharuskannya dirawat di rumah sakit.

Charlotte pergi ke salon untuk mengubah warna rambutnya karena akan menghadiri acara pesta dansa di sekolahnya. Tapi setelah melakukan pewarnaan, bukan hanya rambutnya yang berubah tapi wajahnya menjadi bengkak dan dirinya tidak bisa melihat selama 5 hari.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/12/01/article-1232398-076B1116000005DC-944_224x337.jpg
Sesaat setelah rambutnya diwarnai, Charlotte mulai merasakan gatal di kepalanya kemudian diikuti oleh rasa terbakar. Rasa sakit yang tak tertahankan tersebut mengharuskannya meninggalkan sekolah keesokan hari dan kembali ke salon tersebut. Namun, dirinya hanya mendapatkan perawatan yang disebut dengan pendinginan tapi tidak memberikan pengaruh apapun.

“Saya sangat takut, ketika bangun keesokan harinya bagian kanan wajahku bengkak, ada cairan bening yang keluar dari kepala dan membuat saya tidak bisa melihat. Dapatkah Anda bayangkan itu semua terjadi hanya karena cat pewarna rambut?” ujar Charlotte, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (2/12/2009).

Ketika kembali ke salon, petugas hanya mengungkapkan bahwa hal ini akibat salah dalam penggunaan shampo, padahal shampo tersebut telah digunakannya selama bertahun-tahun dan tidak pernah bermasalah.

Charlotte memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dan dokter memberinya antihistamin untuk mengurangi pembengkakan. Tapi dibutuhkan waktu hingga lima hari untuk mengurangi peradangan dan mengembalikan penglihatannya.

“Lima hari tanpa bisa melihat apapun, itu sangat mengkhawatirkan dan saat terbangun di malam hari kepala menjadi sangat gatal dan menyakitkan,” ungkapnya.

Charlotte akhirnya menempuh jalur hukum dan menuntut pemilik salon tersebut. Pengadilan pada 1 Desember 2009 akhirnya memenangkan kasusnya dan mewajibkan pemilik salon untuk memberi kompensasi sebesar 20.000 poundsterling.

Apa yang dialami oleh Charlotte merupakan reaksi eksim atau penyakit kulit yang sangat serius, kini Charlotte dilarang keras untuk mewarnai rambutnya. Dan sebuah penelitian terbaru di Wales menunjukkan sekitar 84 persen petugas salon mengecat rambut kliennya tanpa melihat instruksi terlebih dahulu.

“Sebaiknya lakukan tes kulit terlebih dahulu jika ingin mewarnai rambut Anda, karena hal ini bisa terjadi pada siapapun dan terkadang beberapa orang tidak menyadari bahwa dirinya memiliki kulit yang sangat sensitif. Sehingga tes kulit harus dilakukan terlebih dahulu,” ujar Charlotte yang kini berusia 21 tahun.

Meskipun sampai saat ini penyebab reaksi eksim belum diketahui, tapi biasanya seringkali disebabkan oleh kombinasi antara kulit kering, kulit yang teriritasi serta kurang berfungsinya sistem kekebalan tubuh.

Komplikasi yang bisa ditimbulkan akibat reaksi alergi ini seseorang bisa mengalami neurodermatitis yang jika terjadi dalam waktu lama bisa mengubah warna kulit, infeksi kulit serta komplikasi pada mata yang jika tidak ditangani dengan cepat bisa mengakibatkan kerusakan mata permanen.

Karena itu sebaiknya jangan sembarangan jika ingin mewarnai rambut Anda, pilihlah tempat yang memang sudah mendapatkan pelatihan serta pastikan Anda tidak memiliki reaksi alergi apapun dan tidak memiliki kulit sensitif.





sumber