Tampilkan postingan dengan label OTAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OTAK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

Inilah Bukti Betapa Kuatnya Pikiran OTAK Anda







Bila kita menanan biji mangga, maka akan berbuah mangga. Bila kita menanam biji jeruk, maka akan berbuah jeruk. Sangat tidak mungkin bila biji-biji itu menghasilkan buah yang lain.

Begitu juga juga dengan apa yang kita alami di dunia ini, susah, senang, kesedihan, penderitaan, kemakmuran, dan beragam dinamika hidup lainnya, itu berasal dari diri kita sendiri, yaitu pikiran dan perasaan kita. Apapun yang terjadi pada diri kita saat ini adalah hasil dari apa yang kita tabur sebelumnya.

Berhati-hatilah dengan pikiran kita. Semua bisa terjadi karena pikiran kita. Seperti yang ulasan pada artikel sebelumnya yaitu Lebih dari Pemenang, semakin sering kita memikirkan hal-hal negatif maka sama halnya kita menarik kejadian-kejadian yang negatif dalam kehidupan kita dan sebaliknya bila semakin sering kita memikirkan hal-hal positif dalam kehidupan kita, maka sama halnya kita menarik kejadian-kejadian yang positif dalam kehidupan kita.


Akal akan membangun persepsi, meresap ke hati, terakumulasi menjadi sistem kepercayaan diri dan alam akan menyesuaikan kenyataan yang sesuai dengan sistem kepercayaan diri tersebut. Tentunya kita ingin hal-hal yang positif itu terjadi dalam kehidupan kita, maka mulailah untuk berpikir secara positif, tidak perlu menunggu nanti, besok, atau lusa. Berpikirlah positif dari sekarang.

Semua fasilitas yang ada dan telah kita nikmati selama ini, televisi, lampu, mobil, pesawat, semua adalah hasil dari pemikiran. Inilah instrumen dasar yang harus kita ubah ubah untuk bisa berubah. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa merubah diri kita, selain diri kita sendiri.

semua bunga esok hari ada dalam benih hari ini, semua hasil esok hari ada dalam pikiran hari ini - Aristoteles

Orang-orang yang sukses pasti diawali dengan rasa percaya yang tinggi. Mereka mengawalinya dengan kata-kata "Aku bisa. Aku pasti bisa!". Tidak ada kata menyerah dalam kamus mereka. Yang mereka pikirkan adalah perujangan dan berusaha. Kegagalan mereja jadikan cambuk untuk bisa menjadi lebih baik.

Orang-orang yang sehat jiwa dan raganya bukan hanya karena pola hidup mereka yang sehat. semua bersumber dari pikiran. Hati yang gembira adalah obat, tetapi semangat yang patah keringkan tulang. Bila kita selalu memikirkan hal negatif dan kita mengijinkan perasaan kita untuk bersedih, maka hal itu akan menyebabkan daya tahan tubuh kita menurun sehingga kita gampang terkena penyakit.

Dr. Herbert mengatakan bahwa lebih dari 90% penyakit tubuh disebabkan oleh jiwa, sering disebut dengan Psycho-Somatic Disease. Istilah ini berasal dari kata psycho yang berarti jiwa, dan somo yang berarti tubuh. Apabila jiwa (psycho) sedang berpikir maka akan memengaruhi tubuh (somo). Beberapa penguatan teori ini ditambahkan oleh penelitian pada 1986 tentang dialog dengan jiwanya sendiri oleh Fakultas Kedokteran di San Fransisco. Menurut hasil penelitian, lebih dari 75% penyakit tubuh berasal dari dialog dengan jiwanya sendiri. Itulah yang oleh ahli jiwa disebut “Sandiwara Internal”. Inilah cara orang menggambarkan kehidupan dalam benaknya, termasuk pikiran-pikiran dan susunannya dalam mental.

Bagaimana dengan pikiran yang kita punya? Sudahkah kita memiliki Kekuatan Pikiran yang positif? Kunci sukses dalah suatu kehidupan itu terletak pada pikiran kita. Semua itu tergantung bagaimana cara kita mengolah pikiran itu.

ubahlah pikiran Anda, maka hidup Anda akan berubah
Selanjutnya...

Rabu, 06 Maret 2013

Rajin Bercinta Bisa Mencerdaskan OTAK

 

Bercinta tidak hanya berguna bagi kesehatan, tapi ini meningkatkan kecerdasan otak.

Tes darah pada orang yang baru jatuh cinta menunjukkan mereka mengalami peningkatan pertumbuhan saraf penting bagi kewaspadaan, kesejahteraan dan mental.

Tim ilmuwan dari Universitas Pavia, Italia melakukan pemeriksaan terhadap darah dari tiga kelompok yang berbeda, yaitu kelompok yang baru saja jatuh cinta, mereka yang sudah lama menjalin hubungan dan lajang.

Hasilnya kelompok pertama menunjukkan tingginya tingkat pertumbuhan saraf dibandingkan pasangan lama atau lajang.

Penelitian juga menyebutkan bahwa sering melakukan hubungan seks tidak hanya mengurangi stres, tetapi meningkatkan kekuatan otak.

Temuan ini dikuatkan oleh sebuah studi terpisah di Universitas Princeton di Amerika dengan melihat kesehatan mental tikus percobaan.

Tikus jantan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama hanya diberikan kesempatan berhubungan seks sekali selama periode dua minggu, sedangkan kelompok kedua berhubungan seks hampir setiap hari selama dua minggu.

Pada akhir penelitian, para peneliti menemukan bahwa tikus yang lebih aktif secara seksual tidak hanya mengalami pertumbuhan sel saraf yang lebih, tetapi juga memiliki tingkat lebih rendah dari hormon stres dalam sistem tubuh mereka.

Seks juga melindungi sel-sel otak kita terhadap penurunan. Ini karena meningkatnya aliran darah ke otak yang meningkatkan kadar oksigen ketika bercinta.

"Scan MRI menunjukkan bahwa selama orgasme, neuron di otak lebih aktif dan menggunakan lebih banyak oksigen," jelas Barry Komisaruk, profesor psikologi di Rutgers University dan otoritas terkemuka pada seks dan neuroscience.

"Tampaknya bahwa neuron yang lebih aktif , semakin banyak oksigen yang mereka tarik diri dari darah - sehingga lebih banyak oksigen yang dipasok ke otak memberikan pasokan segar akan nutrisi," katanya seperti dikutip dari dailymail.co.uk.(*)

Selanjutnya...

Sabtu, 16 Februari 2013

Bagian OTAK Inilah Yang membuat Manusia Menjadi Jahat

mengapa manusia bisa bertindak jahat? Karena ada bagian otak yang membuat perilaku ini terjadi. Neurolog asal Jerman, Dr Gerhard Roth, menemukan bagian otak tersebut. Tampak sebagai massa hitam dalam citra sinar X, terletak di bagian depan bawah otak. Massa hitam didapatkan pada hampir setiap pelaku kriminal.

Roth menemukannya ketika mempelajari para pelaku kejahatan di Jerman yang dihukum bertahun-tahun. Studi ini bagian dari upaya Pemerintah Jerman memahami kejahatan. Dalam studi, Roth meminta para pelaku kejahatan itu melihat film pendek sebelum gelombang di bagian otaknya diukur.
 

Menguraikan hasil studinya, Roth mengungkapkan, "Kapan pun ada adegan brutal kotor muncul, mereka tak menunjukkan emosi apa pun. Pada bagian otak yang berkaitan dengan belas kasih dan dukacita, tak terjadi apa pun."

Secara neurologis, Roth mengungkapkan bahwa perilaku jahat bisa muncul akibat beberapa sebab. Salah satu sebabnya adalah tumor. Setelah tumor diangkat, orang itu akan normal kembali seperti potensi jahatnya dicabut.

"Atau orang yang defisit secara fisiologis karena senyawa tertentu seperti serotonin di otak bagian depan tidak bekerja secara efektif," kata Roth seperti dikutip Daily Mail, Selasa (5/2/2013) lalu.

Dengan temuan ini, Roth mengungkapkan, tindakan kriminal seperti "genetik". Jika ada anak muda yang punya penyakit tertentu di bagian depan otaknya, maka ada peluang sebesar 66 persen anak itu akan melakukan tindakan kriminal. Tetapi, tentu tak otomatis demikian.

Roth mengatakan, tidak semua kriminal identik. Ia membagi pelaku kriminalitas menjadi tiga. Pertama, mereka yang tumbuh di lingkungan di mana pencurian dan pembunuhan dimaklumi. Dengan demikian, ia pun dapat membunuh dan mencuri tanpa rasa bersalah.

Golongan kedua adalah orang yang secara mental terganggu. Mereka melihat dunia atau orang lain sebagai ancaman. Ketiga adalah psikopat murni, orang yang seperti "terlahir" jahat. Adolf Hitler dan Stalin masuk dalam kategori ini.




 


Sumber artikel : kompas.
Selanjutnya...

Minggu, 20 Januari 2013

mau melatih OTAK efisien ? belajar pake bilingual gan...!!



Orang yang sering berbicara dua bahasa rupanya memberi banyak manfaat buat otak. Dari hasil pemindaian citra otak, maka penggunaan otak jadi lebih efisien.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berbicara beberapa bahasa ternyata lebih baik dalam hal multi-tasking. Dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu. Ini semacam fleksibilitas kognitif yang penting dalam banyak bidang kehidupan dan cenderung akan menurun karena usia


Percobaan

Untuk mengetahui bagaimana bilingualisme bisa meningkatkan fungsi otak, Brian Gold, ahli syaraf di University of Kentucky, Lexington bersama rekannya, menempatkan 80 orang dalam sebuah mesin MRI.

Di dalam mesin itu terlihat aliran oksigen dalam otak mereka saat melakukan tugas dasar penelitian. Responden dianjurkan untuk menekan tombol tertentu dalam menanggapi pertanyaan tentang bentuk benda atau warna.

Para ilmuwan menemukan bahwa orang tua yang berbicara dua bahasa dengan lancar terlihat lebih cepat merespons pertanyaan dibandingkan dengan responden lain yang hanya menguasai satu bahasa.

"Bilingualisme tidak membuat Anda jadi seperti anak muda, tetapi membuat Anda lebih cepat berpikir dibandingkan dengan rekan-rekan yang hanya bicara satu bahasa," ujar Gold seperti dikutip Discovery News.

Hal ini menunjukkan, dengan belajar beralih antarbahasa, otak akan menjadi terampil mengambil kontrol atas tugas dan waktu tertentu ketika mendapati informasi yang tidak perlu.







sumber artikel : mau melatih otak efisien ? belajar pake bilingual gan...!!
Selanjutnya...

Hati-hati, Kekuatan OTAK Anda Bisa Hilang karena 5 Hal Ini

[Image: 130504_brainpower.jpg]  Masukajabro -Sudah bukan rahasia umum jika usia seseorang semakin bertambah maka kepandaiannya pun semakin berkurang atau dengan kata lain manusia akan semakin bodoh ketika beranjak tua. Bahkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Trends in Genetics memaparkan bahwa manusia telah kehilangan kepandaian yang mereka miliki ketika masih menjadi manusia gua yang menggunakan gigi harimau yang telah diasah sebagai senjata.

Tapi sebenarnya kondisi ini masih bisa diperlambat dengan sejumlah cara seperti olahraga atau terus mengasah otak dengan membaca atau main teka-teki silang. Selain itu, hindari juga lima hal yang dapat membuat kekuatan otak Anda semakin menurun seperti halnya dilansir dari foxnews, Kamis (29/11/2012) berikut ini.

1. Menyalahgunakan Google
Anda ingat pernah makan di sebuah restoran terkenal di sebuah kota yang dulu pernah Anda kunjungi. Tapi karena saking malasnya, Anda enggan untuk menggunakan otak untuk mengingat-ingat nama restoran itu, lalu memanfaatkan Google untuk mencari tahu namanya.

Menurut sebuah studi pada tahun 2011 dari Columbia University, pada dasarnya memiliki mesin pencari online yang bisa digunakan kapanpun membuat Anda super nyaman tapi yang sering diabaikan adalah Anda juga bakal jadi super pelupa. Ketika Anda konstan memakai Google untuk mencari tahu tentang segala hal, sebenarnya Anda tidak membantu diri Anda sendiri untuk mengingat-ingat sesuatu.

Lebih baik ketika Anda ingin mengingat-ingat sesuatu, ulangi dan teriakkan informasi itu hingga beberapa kali dengan suara yang keras. Mungkin Anda akan terdengar gila tapi latihan seperti ini adalah salah satu trik terbaik untuk menjaga kesehatan daya ingat Anda.

2. Ke mana-mana naik mobil
Meski manusia gua tidak melakukan latihan kardio tapi kemanapun ia pergi, manusia gua harus menempuh ribuan mil dan itu dilakukannya hanya dengan berjalan kaki. Berbeda dengan manusia modern yang kemana-mana menaiki kendaraan seperti mobil. Masalahnya rendahnya tingkat kebugaran seseorang itu jauh lebih menyakitkan daripada sekadar sakit fisik.

Sebuah studi pada tahun 2011 juga menemukan bahwa striatum, bagian otak yang berkaitan dengan fungsi dan kinerja daya ingat pada orang yang bukan atlit ternyata lebih kecil daripada striatum milik pemain bola basket.

Beruntung hal ini masih bisa ditanggulangi dengan melakukan latihan aerobik selama setahun karena berdasarkan hasil studi dari University of Illinois, aktivitas ini dapat menambah ukuran hippocampus orang dewasa sebanyak 2 persen.

Lagipula para pakar percaya jika olahraga dapat menyeimbangkan susunan senyawa kimiawi dalam otak, memperkuat koneksi di dalam otak, termasuk menambah kekuatan otak.

3. Lebih suka makan gorengan daripada salad
Tingkat obesitas manusia ternyata terus meningkat sejak jaman dahulu kala. Saking tingginya hingga sekarang lebih dari dua pertiga orang Amerika telah dinyatakan oleh CDC sebagai kelebihan berat badan.

Padahal otak penderita obesitas harus bekerja lebih keras ketimbang orang dengan berat badan normal agar hasil yang dicapai sama. Hal ini diungkap oleh tim peneliti dari Carnegie Mellon University.

Pasalnya, tekanan darah tinggi dan peradangan yang sama-sama menyerang penderita obesitas akan mengganggu jaringan komunikasi saraf-saraf otak sehingga membuat otak kesulitan untuk menerima berbagai pesan atau informasi yang datang ke otak.

4. Terus terkurung di kantor
Dalam sebuah studi terbaru terhadap 22 orang, tim peneliti memberi partisipan sebuah tes pembuatan keputusan sembari memompa sebuah ruangan hingga dipenuhi karbondioksida. (Kadar normal karbon dioksida di udara itu 600 ppm namun dalam studi ini kadarnya dinaikkan hingga mendekati 2500 ppm).

Dari situ peneliti menemukan bahwa semakin tinggi kadar karbondioksidanya maka tingkat konsentrasi dan kemampuan seseorang untuk membuat strategi malah semakin anjlok. Bisa jadi hal itu karena kelebihan CO2 di dalam darah mengakibatkan berkurangnya oksigen di dalam otak.

Menurut penelitian NASA, sejumlah tumbuhan seperti peace lily dan lady palm terbukti mampu membersihkan udara dari polutan. Kendati begitu pilihan terbaiknya tetap jatuh pada udara segar. Terpapar udara segar 15 menit saja sudah dapat membantu meningkatkan kadar oksigen dalam otak.

5. Sering melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri
Perbedaan zona waktu tidak hanya membuat pola tidur seseorang berantakan tapi juga tingkat intelektualitasnya. Hal ini dipastikan oleh tim peneliti dari Cal Berkeley setelah melakukan percobaan untuk mengubah jadwal tidur sejumlah hamster setiap 3 hari sekali dalam kurun waktu sebulan. Pola tidur hamster-hamster ini diubah sama halnya dengan perubahan pola tidur ketika seseorang melakukan perjalanan dari New York ke Paris.

Hasilnya, hamster yang mengalami 'jetlag' terbukti tak sepintar ketika mereka tidak mengalaminya. Secara detail, hamster 'jetlag' ini hanya menghasilkan neuron 50 persen lebih sedikit daripada ketika pola tidur mereka normal-normal saja.
Peneliti pun menduga hal ini disebabkan oleh rendahnya produksi hormon tidur (melatonin) dan naiknya produksi hormon stres (kortisol), termasuk meningkatnya jumlah sel yang mati akibat kurang tidur.


Selanjutnya...

Senin, 14 Januari 2013

Cerdaskan Anak dengan OTAK Sapi


Otak sapi bagi masyarakat Indonesia bukan lagi merupakan makanan yang aneh. Gulai otak yang sering dijual di restoran Padang pastinya sangat menggugah selera. Meski begitu, tak sedikit orang yang menjaga jarak. Pasalnya, otak sapi adalah makanan yang tinggi kolesterol.
Faktanya, otak sapi mengandung nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan organ sapi lainnya, studi menjelaskan. Otak sapi juga mengandung minyak alami yang sehat.
Melansir M.natural news, anak yang tumbuh dengan tambahan asupan otak sapi akan memiliki otak dan sistem saraf yang lebih sehat. Selain itu, otak sapi dikatakan sebagai makanan tinggi kolesterol, ternyata  otak sapi memiliki kandungan kolesterol yang cukup baik bagi tubuh. Dimana kolesterol ini berguna untuk produksi hormon esensial bagi tubuh.
Namun, yang terpenting adalah jumlah konsumsinya. Jangan mentang-mentang dikatakan baik, Anda mengkonsumsi otak sapi ini dalam jumlah yang berlebihan dan sering. Pengaruhnya akan sama dengan mengkonsumsi daging merah dalam jumlah banyak. Hal ini tentu saja akan menjadi bumerang untuk kesehatan tubuh.


sumber artikel :  Otak Sapi Buat Anak Jadi Cerdas
Selanjutnya...

Tujuh Hal yang Bisa Membunuh Sel OTAK

Tujuh Hal yang Bisa Membunuh Sel Otak (2)
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kematian sel-sel otak terjadi secara tidak wajar dan secara signifikan mengurangi kemampuan mengingat, berpikir kritis, penalaran, pemecahan masalah, dan kemampuan lainnya. 
Kematian sel-sel otak itu sebagian besar dipicu gaya hidup tidak baik dan kurang sehat.
Berikut adalah bagian kedua dari tujuh hal yang bisa membunuh sel-sel otak, seperti dikutip dari Parents Indonesia:
4. Merokok
Rokok tidak hanya menimbulkan bahaya besar bagi sistem pernapasan Anda. Tapi memperlambat atau menghentikan produksi sel-sel otak baru dan membunuh sel-sel yang sudah ada.
5. Gegar otak
Kita memang tidak bisa mengendalikan kecelakaan, tapi kita bisa melindungi diri dari cedera kepala beresiko tinggi. Jika bepergian menggunakan sepeda motor, pakailah helm! Bekerja pada lahan konstruksi? Pakailah helm! Bermain olahraga seperti rugby, cobalah untuk melindungi diri terutama di bagian kepala.


sumber artikel : Tujuh Hal yang Bisa Membunuh Sel Otak
Selanjutnya...

Atasi Mendengkur Penting untuk Cegah Kerusakan OTAK

Mendengkur telah diketahui menjadi tanda dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur. Penelitian yang dipublikasikan pada jurnal kedokteran Sleep mengungkapkan, efek pengobatan ngorok pada kemampuan kognitif dan mental manusia.
Mendengkur sering kali diselingi oleh henti nafas saat tidur. Henti nafas terjadi akibat saluran nafas yang menyempit saat tidur. Akibatnya, walau gerak nafas masih ada, udara tak ada yag bisa masuk ataupun keluar. Biasanya penderita akan tampak sesak dalam tidurnya.
Akibat sesak, mekanisme pengaman tubuh akan membangunkan otak sejenak tanpa terjaga. Lalu diikuti dengan episode seolah tersedak atau batuk-batuk. Walau terbangun-bangun sepanjang malam, penderita tak menyadari. Ia hanya merasa bangun tak segar walau tidur sudah cukup.
Efek lain dari henti nafas saat tidur tentu berkurangnya kadar oksigen dalam darah. Kadar oksigen dan karbondioksian terus naik dan turun selama tidur. Kadang kala bahkan sampai membahayakan nyawa.
Dengkur rusak otak
Sleep apnea telah diketahui menyebabkan hipertensi, diabetes, penyakit jantung hingga stroke dan kematian. Namun mendengkur juga mengganggu kemampuan otak manusia.
Kemampuan kognitif-mental dan emosional penderita sleep apnea jelas terganggu. Kantuk berlebihan yang dialami jelas menurunkan konsentrasi, ketajaman analisa, daya ingat dan ketelitian. Emosi pun turut terganggu. Bayangkan saja, misalkan diri kita hanya tidur 2-3 jam di malam hari, bagaimana rasanya di pagi hari? Begitu juga yang dirasakan penderita sleep apnea setiap hari.
Dua penelitian di tahun 2008 dan 2009 sudah membuktikan lewat pencitraan otak bagaimana mendengkur merusak beberapa bagian otak. Terutama bagian-bagian yang bertanggung jawab pada kemampuan pengambilan keputusan, daya ingat dan emosi.
Penelitian selanjutnya dengan MRI juga buktikan bahwa wanita yang mendengkur mengalami kerusakan lebih parah dibanding pria. Efeknya pada kecenderungan depresi dan kecemasan juga didapati lebih tinggi dibandingkan pria.
Efek Perawatan
Kelompok peneliti dari Stanford menjalankan the Apnea Positive Pressure Long-term Efficacy Study (APPLES) yang ambisius. Penelitian yang dipimpin Clete Kushida ini ingin melihat efek perawatan sleep apnea dalam jangka panjang. Selama 6 bulan 1098 peserta diikuti dan diteliti.
Pendengkur menjalani pemeriksaan di laboratorium tidur. Yang terdiagnosa positif alami henti nafas saat tidur diberikan perawatan dengan gunakan continuous positive airway pressure (CPAP). CPAP adalah sebuah alat yang dihubungkan ke masker hidung pendengkur untuk mengatasi henti nafasnya. Suara dengkuran otomatis juga hilang dengan gunakan CPAP ini.
Setelah gunakan CPAP selama 2 bulan dan 6 bulan, para pasien ini diperiksa kemampuan kognitif-mentalnya. Yang dites adalah kemampuan konsentrasi, kemampuan belajar dan daya ingat.
Hasilnya CPAP secara obyektif maupun subyektif, mengurangi rasa kantuk berlebihan yang dikeluhkan pendengkur.
Kemampuan untuk mengambil keputusan dan fungsi-fungsi lobus frontal otak didapati membaik setelah penggunaan CPAP selama 2 bulan. Sedangkan kemampuan konsentrasi dan belajar didapati tak mengalami perubahan setelah 6 bulan.
Tim peneliti menyimpulkan, terdapat hubungan yang kompleks antara sleep apnea dan kemampuan kognitif-mental. Tak banyak perbaikan yang ditemukan sekali bagian-bagian tertentu otak sudah alami gangguan. Untuk itu para ahli menekankan pentingnya penanganan mendengkur sesegera mungkin sebagai pencegahan kerusakan lebih lanjut.


Selanjutnya...

Bicara Dua Bahasa Baik untuk OTAK


Jika Anda mengusai lebih dari satu bahasa, maka ada baiknya Anda tetap menggunakannya sampai tua. Bahkan, Anda juga dapat mengajarkannya pada anak Anda sejak dini. Sebuah studi baru menunjukkan, kebiasaan berbicara dalam dua bahasa dari usia dini hingga tua dapat menjaga otak tetap dalam kondisi baik hingga usia yang sudah tak muda lagi.

Seperti yang dilaporkan Journal of Neuroscience, para ahli melakukan penelitian dengan cara memantau aktivitas otak para relawan berusia lanjut.  Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang sudah berusia 60-an tahun yang telah berbicara dua bahasa sejak kecil dapat berpindah dari tugas satu ke lainnya lebih cepat daripada orang yang berbicara hanya satu bahasa. Selain itu, mereka dilaporkan menggunakan energi otak yang lebih sedikit dalam mengerjakan tugas-tugas tadi.

"Mereka yang berbicara dalam dua bahasa menggunakan otak mereka lebih efektif dari pada yang hanya menggunakan satu bahasa," kata penulis studi ini Brian Gold, dari University of Kentucky College of Medicine.

Usia yang menua akan membuat kemampuan seseorang melakukan tugas rumit akan menurun. Tugas rumit tersebut misalnya merencanakan, menjadwalkan, melakukan berbagai tugas dalam satu waktu, dan beradaptasi pada lingkungan baru. Penelitian sebelumnya sudah menyatakan bahwa berbicara dua bahasa dapat mengurangi penurunan kemampuan ini, meskipun mekanismenya masih belum jelas.

Selain melakukan penelitian pada relawan berusia 60 hingga 68 tahun, Gold dan timnya juga meneliti pada orang yang berusia lebih muda. Hasilnya ternyata sama, orang yang berbicara dengan dua bahasa dapat melakukan tugas lebih cepat daripada yang hanya menggunakan satu bahasa.

"Studi ini menyediakan beberapa bukti pertama dari hubungan antara kemampuan kognitif – dalam hal ini kemampuan bicara dalam beberapa bahasa setiap hari – dengan fungsi otak," ungkap John Woodart, seorang ahli penuaan dari Wayne State University di Detroit Amerika Serikat.

Studi ini mengindikasikan adanya suatu keterkaitan antara kemampuan otak pada orang usia lanjut dengan kemampuan berbahasa. Namun hal ini tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat.


sumber artikel : Bicara Dua Bahasa Baik untuk Otak
Selanjutnya...

Selasa, 11 Desember 2012

Peneliti ciptakan sel OTAK dari urine manusia

Peneliti ciptakan sel otak dari urine manusia
Sebuah penelitian ilmiah terbaru mengklaim bahwa urine manusia bisa diubah menjadi sel-sel otak. Penemuan tersebut pun makin menambah kontroversi penelitian sel batang yang selama ini selalu diperdebatkan.
Seperti yang dilansir dari Yahoo News (11/12), penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Methods tersebut tepatnya dilakukan oleh para ahli dari China dan dikepalai Duanqing Pei. Menurutnya, sel yang diregenerasi dari urine manusia suatu hari nanti kemungkinan mampu menyembuhkan jenis penyakit tertentu.
Selain percobaan menciptakan sel otak dari urine manusia, ada penemuan lain yang tak kalah mengejutkan. Disebutkan bahwa sel batang embrio memiliki risiko yang tinggi dalam menumbuhkan kanker.
Proses perubahan urine menjadi sel otak sendiri bekerja dengan cara mengisolasi sel-sel epitel pada ginjal yang ada di dalam urine. Dari situ, peneliti secara perlahan mengubahnya menjadi sel batang yang dapat tumbuh menjadi jaringan di tubuh manusia.
Jika mampu dikembangkan lebih lanjut, sel batang bisa berubah menjadi sel saraf, hati, sampai otot jantung. Bisa saja penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson ditangani dengan lebih tepat menggunakan sel batang buatan sebagai prosedur pengobatan terbaru.
Meskipun demikian, peneliti menganggap masih banyak hal yang perlu dilakukan. Namun setidaknya hasil penemuan mereka yang satu ini bisa segera dilanjutkan agar bermanfaat dalam dunia medis.


sumber artikel : Peneliti ciptakan sel otak dari urine manusia
Selanjutnya...

Jumat, 07 Desember 2012

Misteri OTAK Saat Koma Mulai Terkuak



Anda tahu apa yang terjadi di dalam otak individu ketika dalam keadaan koma? Fenomena yang selama ini menjadi misteri, tampaknya sekarang mulai terjawab.

Sebuah penelitian baru telah menemukan bahwa pasien yang sedang mengalami koma, jaringan otaknya secara dramatis mengalami reorganisasi. Ternyata lalu lintas di pusat aktivitas otak bagian gelap menjadi tinggi dibandingkan dengan pasien sehat. Temuan ini menjelaskan misteri tentang kesadaran itu.

"Kesadaran mungkin tergantung pada lokasi anatomi dari pusat aktivitas dalam jaringan otak manusia," kata Sophie Achard, peneliti sekaligus ahli statistik di French National Center for Scientific Research, Grenoble, Prancis. Fenomena ini memberi informasi yang penting atas apa yang terjadi antara orang-orang yang sadar dan sedang kehilangan kesadarannya.

Di masa depan, penelitian ini juga bisa membantu dokter untuk menentukan bahwa pasien koma cenderung memulihkan kondisi otak melalui aktivitas lalu lintas tinggi itu. Ahli syaraf dari Universitas Indiana, Olaf Sporns, menyarankan cara untuk merangsang otak pasien dalam keadaan koma untuk meningkatkan hasil aktivitas jaringan otak mereka.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa seseorang dalam keadaan koma justru mirip dengan keadaan dibius daripada tertidur. Studi-studi lain bahkan menemukan bahwa pasien vegetatif dan pasien dengan kesadaran minimal ternyata memiliki aktivitas otak yang sangat berbeda. Namun, bagi sebagian besar, masih sulit untuk menemukan perbedaan yang jelas dalam fungsi otak antara pasien sehat dan mereka yang telah kehilangan kesadaran.

Untuk melihat perbedaan itu, Achard dan tim mengambil scan otak dari gambar functional magnetic resonance (fMRI). Citra scan otak tersebut diambil dari 17 pasien yang berada dalam kondisi koma beberapa hari setelah serangan jantung. Kemudian membandingkannya dengan scan dari 20 relawan sehat pada saat beristirahat.

Tim melacak 417 daerah otak yang berbeda untuk perubahan aliran darah sebagai penanda aktivitas otak. Kemudian, mereka mengkorelasikan dengan kenaikan atau penurunan aktivitas antara wilayah otak yang berbeda itu.

Hasil menunjukkan, pada pasien sehat, sekitar 40 bagian otak menyala. Ini menunjukkan lalu lintas aktivitas otak yang tinggi seperti bandara yang sibuk. Otak tersebut memproses banyak penembakan listrik.

Tetapi pada pasien koma, banyak aktivitas otak menjadi gelap. Biasanya daerah gelap ini berada di perifer. Menariknya, pasien koma tersebut memiliki pusat kegiatan yang sedikit di wilayah precuneus yang dikenal berperan penting dalam kesadaran dan ingatan.


Selanjutnya...

Rabu, 21 November 2012

OTAK Cuma Butuh Seperlima Detik untuk Jatuh Cinta


Meski banyak yang mengatakan cinta itu tumbuh di hati, proses sesungguhnya lebih banyak terjadi di otak. Lebih mencengangkan lagi, cinta pada pandangan pertama benar-benar bisa terjadi karena otak memberikan respons sangat cepat.

Bukan hanya cepat karena terjadi dalam waktu 0,2 detik saja, hadirnya perasaan cinta juga melibatkan proses yang sangat kompleks. Sedikitnya ada 12 area di otak yang terlibat dalam pelepasan berbagai hormon cinta emosi seperti dopamin, oksitosin, adrenalin dan vasopresi.

Peran dari masing-masing bagian otak berbeda tergantung bentuk rasa cinta yang dialami seseorang. Misalnya pada cinta tak bersyarat (unconditional love) seperti yang terjadi dialami seorang ibu terhadap anak-anaknya, otak tengah paling memegang peran.

Dominasi peran yang lebih kompleks terjadi justru pada cinta berahi (passionate love). Pada perasaan semacam ini, ada beberapa bagian otak yang cenderung lebih aktif di antaranya bagian sistem reward yang merupakan pusat kesenangan serta bagian kognitif untuk pencitraan tubuh.

Perasaan cinta juga ditandai dengan kenaikan kadar Nerve Growth Factor (NGF) dalam darah. Senyawa kimia yang tercatat mengalami peningkatan tajam saat seseorang terpesona pada pasangannya ini membuktikan bahwa fenomena 'cinta pada pandangan pertama' memang benar-benar ada.

"Reaksi apapun yang terjadi di hati sebenarnya berasal dari otak. Oleh karena itu saya akan mengatakan rasa cinta itu terbentuk di otak, bukan di hati," ungkap Stephanie Ortigue, profesor dari Syracuse University di New York seperti dikutip dari ScienceDaily

Prof Ortigue meneliti reaksi otak saat jatuh cinta dan mempublikasikan hasilnya di Journal of Sexual Medicine baru-baru ini. Ia berharap temuannya bisa berguna dalam mengatasi gangguan emosi dan depresi pada orang-orang yang jarang mengetahui bagaimana rasanya jatuh cinta


sumber
Selanjutnya...

Kamis, 15 November 2012

Penemuan Baru! OTAK Disetrum Agar Pintar

Oxford, Diskalkulia merupakan gangguan belajar yang ditandai dengan kesulitan untuk menghitung angka-angka. Aliran listrik pada bagian tertentu di otak ternyata bisa mengatasi gangguan ini dan bahkan efeknya mampu bertahan hingga 6 bulan.

Tentu saja cara mengalirkan listrik ke otak tidak semudah menyalakan lampu. Ada teknik tertentu yang jika tidak dilakukan dengan benar justru menyebabkan efek sebaliknya yakni semakin sulit mengerjakan soal matematika.

Dalam sebuah eksperimen, ilmuwan dari Oxford University berhasil menemukan teknik yang tepat untuk mengatasi diskalkulia dengan aliran listrik. Eksperimen ini melibatkan 15 mahasiswa dengan rentang usia 20 hingga 21 tahun.

Ketika arus listrik sebesar 1 miliampere (mA) dialirkan di otak pada bagian parietal lobe yang mengatur kemampuan numerik dan matematis, para relawan merasakan efek yang cukup signifikan. Namun efeknya berfariasi tergantung arah aliran listrik.

Jika dialirkan dari bagian kanan parietal lobe ke bagian kirinya, kemampuan berhitung para relawan meningkat hingga 2 kali lipat. Sebaliknya ketika dialirkan dari arah kiri ke kanan, kemampuannya turun drastis hingga setara dengan kemampuan anak usia 6 tahun.

Karena teknik sesungguhnya jauh lebih rumit, salah satu ilmuwan yakni Dr Cohen Kadosh mengingatkan agar teknik ini tidak dicoba sendiri di rumah. Bagaimanapun teknik ini masih dalam tahap uji coba sehingga masih butuh penelitian lebih lanjut sebelum digunakan secara luas.

“Cara ini tidak akan mengubah seseorang menjadi secerdas Einstein, tapi juka beruntung suatu saat nanti akan berguna untuk mereka yang mengalami kesulitan belajar spesifik seperti diskalkulia,” ungkap Dr Kadosh seperti dikutip dari Telegraph.
 
 
 
Selanjutnya...

Jumat, 09 November 2012

OTAK Perempuan Mengecil Saat Hamil

Bukan hanya anggota tubuh seperti perut dan ukuran badan yang berubah saat kehamilan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ukuran otak perempuan juga mengecil saat hamil. Benarkah ?

Penelitian menunjukan bahwa, otak perempuan menciut sebanyak empat persen selama masa kehamilan. tulah yang menjadi alasan mengapa ia mengatakan, tidak ada otak yang unisex.

Salah satu perbedaannya adalah otak perempuan menciut selama hamil. Akibat perubahan tersebut perempuan hamil cenderung menurun daya ingat dan daya pikirnya.

Tak hanya itu, perempuan juga tidur lebih banyak selama hamil. Ini terjadi karena hormon progesteron yang membuat kantuk, meningkat sampai 30 kali lipat selama delapan pekan pertama kehamilan.

Namun tak perlu khawatir karena semua perubahan kondisi itu hanya berlangsung sementara. "Kondisinya akan normal lagi enam bulan setelah kelahiran," kata Brizendine yang juga pakar psikiatri saraf dari Universitas California San Francisco Amerika Serikat.


sumber
Selanjutnya...

Kamis, 08 November 2012

10 Kebiasaan Yang Membuat OTAK Mengecil


 
10 Kebiasaan Yang Membuat Otak Mengecil [ www.BlogApaAja.com ]

Otak merupakan organ terprnting dalam tubuh manusia sehinga harus di jaga dengan baik agar otak tidak menjadi rusak, mungkin kamu tidak akan sadar jika kebiasan buruk seperti tidak sarapan kurang tidur hingga jarang bicara dapat membahayakan otak kamu menjadi mengecil, otak mengecil disebapkan sebagian selnya akan mati atau mulai mengalami kerusakan.

Nah kalu sudah banyak sel yang rusak sudah pasti akan mengangu kinerja otak pastinya akan berdampak buruk pada kesehtan kamu. Nah berikut ini ada 10 Kebiasaan Buruk yang Membuat Otak Mengecil seperti di kutip dari Detik.com kamu mau tahu kebiasan buruk apa itu simak berikut ini.

1. Tidak sarapan
Sarapan di pagi hari penting untuk menjaga kadar gula darah, yang dibutuhkan agar otak bisa bekerja dengan baik. Kadar gula yang terlalu rendah bisa membuat otak kurang nutrisi lalu lama-kelamaan volumenya akan menyusut.

2. Galak
Emosi yang meledak-ledak karena terlalu mudah bereaksi bisa membuat pembuluh darah mengalami pengerasan. Jika pengerasan itu terjadi di pembuluh darah otak, maka kemampuannya akan menurun dan lama-kelamaan ukuran otak juga mengecil.

3. Merokok

Beberapa jenis penyakit degeneratif atau penyakit yang disebabkan oleh proses penuaan bisa dipercepat oleh racun-racun di dalam asap rokok. Alzheimer atau salah satu jenis kepikunan merupakan satu di antaranya.

4. Terlalu banyak gula
Otak bisa menyusut karena kekurangan gula saat tidak sarapan. Sebaliknya, terlalu banyak gula di dalam darah juga mempengaruhi penyerapan protein sehingga pertumbuhan otak terhambat.

5. Polusi udara
Untuk bisa bekerja dengan optimal, otak butuh suplai oksigen yang cukup dari udara pernapasan. Polusi udara terutama gas karbon monoksida bisa membajak fungsi sel-sel darah merah dalam mendistribusikan oksigen, sehingga fungsi otak mengalami gangguan.

6. Kurang tidur
Otak juga butuh istirahat, karena itu kualitas tidur benar-benar sangat mempengaruhi fungsi otak. Kurang tidur bisa membuat sel-sel otak lebih cepat mengalami kerusakan.

7. Tidur dengan kepala ditutup bantal
Menutupi kepala dengan bantal saat tidur berarti menghalangi pertukaran udara, sehingga gas buang karbon dioksida terhirup kembali ke paru-paru. Ruangan untuk menampung oksigen akhirnya berkurang, sehingga tidak bisa didistribusikan dengan maksimal ke otak.

8. Berpikir keras saat sedang tidak sehat
Selain saat tidur, otak juga perlu diistirahatkan saat tubuh sedang sakit. Memaksakan diri untuk berpikir keras saat sakit akan membuat otak bekerja makin tidak efisien dan akhirnya cepat rusak.

9. Jarang bicara
Percakapan yang cerdas dan berbobot sangat membantu perkembangan otak. Jika jarang digunakan untuk berdiskusi dan saling bertukar pikiran, maka otak akan tumpul dan sel-sel di dalamnya tidak berkembang.

10. Kurang dirangsang
Seperti kata pepatah, otak ibarat pisau yang harus diasah terus menerus agar tidak tumpul. Membaca buku dan mempelajari hal baru merupakan beberapa contoh rangsangan untuk menjaga otak tetap tajam, sehingga lebih awet sampai lanjut usia.

Setelah membaca informasi ini alangkah baiknya kamu tidak melakukan kebiasan buruk di atas agar otak kamu tetap sehat
 
 
Selanjutnya...

Senin, 29 Oktober 2012

ternyata OTAK tetap aktif meskipun kepala terpenggal

Jakarta, Setelah ribuan tahun dipelajari dari berbagai, mulai terungkap beberapa sisi misterius otak manusia. Terdapat beberapa fakta yang sebelumnya mungkin tidak pernah terpikir oleh manusia.

Otak adalah salah satu organ yang paling menakjubkan di dalam tubuh manusia, karena ia dapat mengendalikan sistem saraf pusat agar bisa bekerja secara normal.

Otak manusia sangatlah kompleks dan terdiri sekitar 100 miliar saraf (neuron) dan ada begitu banyak hal terjadi di dalam otak dengan berbagai bidang yang berbeda. Karenanya otak termasuk salah satu organ vital dalam kehidupan manusia.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, ini dia beberapa fakta lain seputar otak manusia yang belum banyak diketahui:

1. Otak tetap aktif meskipun kepala sudah terpenggal.
Berdasarkan pengamatan beberapa kisah diketahui bahwa otak manusia bisa tetap aktif selama beberapa detik setelah kepalanya dipenggal. Namun para dokter percaya bahwa hal tersebut merupakan refleksi kedut otot.
Dr Harold Hillman, mantan direktur Unity Laboratory of Applied Neural Biology di University of Surrey menuturkan bahwa kematian terjadi karena adanya pemisahan antara otak dengan sumsum tulang belakang, tapi hal ini bersifat menyakitkan sehingga banyak negara yang tidak memberlakukan metode ini.

2. Otak bisa mempelajari pesan bawah sadar.
Otak dapat mempelajari pesan yang berasal dari alam bawah sadar seseorang sehingga nantinya akan mempengaruhi perilaku dari orang tersebut. Banyak perusahaan menggunakan hal ini sebagai ajang promosi untuk mempengaruhi seseorang agar mau membeli produknya.

3. Obat-obatan bisa menyebabkan lubang di otak.
Salah satu penelitian menyatakan penggunaan obat seperti mariyuana bisa menghilangkan sedikit memori, sedangkan untuk obat seperti kokain atau ekstasi dapat menimbulkan lubang di otak. Sebenarnya satu-satunya hal yang dapat menimbulkan lubang di otak adalah akibat adanya trauma atau benturan fisik.

Selain itu sebuah studi dari New Scientist menyatakan penggunaan obat-obatan jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan tidak normal dari otak yang bersifat permanen, karenanya sulit untuk mengubah perilaku dari seorang pecandu.
4. Otak manusia berwarna abu-abu.
Beberapa bagian dari tubuh memiliki warna tersendiri untuk darah, jaringan, tulang atau cairan lain. Tapi jika otak manusia diawetkan dalam stoples meskipun masih berdenyut kebanyakan berwarna abu-abu, karena itu seluruh otak kadang disebut sebaagi materi abu-abu. Namun otak juga tetap mengandung materi putih yang terdiri dari serat saraf untuk menghubungkan materi abu-abu.

Sedangkan komponen yang berwarna hitam disebut dengan substantia nigra yang merupakan neuromelanin hitam, yaitu pigmen khusus yang sama dengan warna kulit dan rambut dan merupakan batas dari bagian basal ganglia.

5. Otak manusia merupakan otak yang paling besar.
Beberapa binatang bisa menggunakan otaknya untuk melakukan berbagai hal yang dilakukan oleh manusia. Tapi sebenarnya otak manusia berukuran paling besar dibandingkan dengan otak binatang manapun. Rata-rata berat otak manusia dewasa sebesar 1,361 kilogram, berat ini hampir sama dengan binatang lumba-lumba yang dianggap sebagai hewan yang cerdas.

Namun berat dari otak ini dibandingkan dengan ukuran tubuhnya, sehingga otak manusia tetap saja menjadi yang paling besar. Selain itu kecerdasan juga berkaitan dengan berbagai komponen di otak, dan mamalia memiliki korteks serebral terbesar yang bertanggung jawab terhadap fungsi memori, komunikasi dan berpikir.
 
 
 
 
Selanjutnya...

OTAK Terasa 'Blank' Saat Mengingat-ingat Sesuatu? Ini Dia Alasannya

Ketika seseorang berupaya fokus pada satu pekerjaan atau mencoba mengingat suatu gambar maka pada saat yang bersamaan orang yang bersangkutan takkan mampu memperhatikan segala sesuatu yang ada di sekitarnya atau semacam 'terbutakan'.

Sebuah studi baru dari Inggris pun menemukan salah satu penyebab fenomena yang disebut kebutaan yang tak diperhatikan (inattentional blindness) ini. Menurut peneliti, memfokuskan pikiran atau mengingat-ingat sesuatu sudah cukup membuat manusia tak menyadari hal-hal lain yang terjadi atau berada di sekitarnya.


"Satu contoh nyata yang relevan dengan temuan ini adalah kondisi yang terjadi pada orang-orang yang berupaya mengikuti petunjuk dari alat navigasi satelit (GPS) ketika mengemudi," ungkap Nilli Lavie, Ph.D. dari University College of London yang memimpin studi ini.

"Studi kami menunjukkan bahwa ketika kita fokus pada suatu hal atau mengingat arahan yang baru saja kita lihat pada layar GPS akan membuat kita lebih cenderung gagal memperhatikan bahaya di sekitar jalan yang kita lewati, misalnya kita mungkin tak tahu ada sepeda motor yang mendekat atau pejalan kaki yang tengah menyeberang, meskipun kita terlihat memandang ke depan," terang Lavie.

Untuk memperoleh kesimpulan itu, peneliti menggunakan scan functional magnetic resonance imaging (fMRI). Perangkat ini difungsikan untuk mengamati aktivitas otak partisipan ketika mereka diberi tugas untuk mengingat-ingat sebuah gambar. Di tengah tugas itu, peneliti juga meminta partisipan mendeteksi adanya kelebatan cahaya yang ditujukan pada mereka.

Hasilnya, ketika partisipan disibukkan dengan tugas mengingat-ingat gambar tersebut, mereka pun gagal memperhatikan kelebatan cahaya yang dimaksudkan peneliti, kendati tak ada obyek lain yang diperlihatkan pada partisipan waktu itu.

Namun sebaliknya ketika partisipan tidak diberi tugas apapun, mereka dapat mendeteksi kelebatan cahaya itu dengan mudah. Hal ini menunjukkan bahwa partisipan mengalami 'kebutaan yang dipicu oleh beban pikiran' (load induced blindness).

Ketika di-scan dengan fMRI, peneliti menemukan adanya penurunan aktivitas pada salah satu daerah otak yang bertugas memproses informasi visual yang masuk yaitu korteks visual primer (primary visual cortex).

"'Kebutaan' itu tampaknya disebabkan oleh adanya gangguan pada pesan visual yang masuk ke otak pada tahapan paling awal jalannya aliran informasi ke otak. Artinya ketika mata dapat 'melihat' obyek, otak justru tidak melihatnya atau mungkin terlambat melihat obyek yang dimaksud," tandas Lavie seperti dilansir dari psychcentral.

Peneliti pun menduga hal ini diakibatkan persaingan untuk memperoleh kekuatan memproses informasi otak yang stoknya terbatas atau disebut dengan 'teori beban' (load theory). Persaingan itu terjadi antara informasi visual baru dengan memori visual manusia yang bersifat jangka pendek.

Tapi dugaan inilah yang dianggap mampu menjelaskan mengapa otak gagal mendeteksi peristiwa yang mencolok sekalipun dalam penglihatan manusia ketika perhatiannya telah terfokus pada satu tugas yang melibatkan beban informasi yang begitu tinggi.
 
 
 
 
Selanjutnya...

Rabu, 24 Oktober 2012

OTAK Mussolini Dijual di Ebay


Otak dan darah diktator Benito Mussolini dicuri dan sempat diperdagangkan di internet.
Pernyataan ini disampaikan cucu Mussolini, Alessandra Mussolini, yang sekarang menjadi anggota parlemen di Italia. Menurut Alessandra, bagian tubuh kakeknya sempat dijual di Ebay, sebelum dicopot oleh situs e-commerce terbesar itu. Disebutkan bahwa otak dan darah Mussolini diletakkan dalam sebuah kotak kayu dan beberapa ampul.
Ebay, yang tidak membenarkan penjualan anggota tubuh manusia melalui portalnya, mengatakan bahwa kotak kayu dan ampul itu telah dicopot hanya beberapa jam setelah di-upload oleh si penjual yang tak disebutkan identitasnya. Harga yang sempat ditawarkan adalah 22 ribu dolar AS.
Setelah ditembak mati, mayat Benito Mussolini dipertontonkan di alun-alun utama kota Mila. Alessandra mengatakan, otak dan darah kakek yang sangat dikaguminya itu dicuri dari RS Policlinco, Milan.



sumber
Selanjutnya...

Minggu, 21 Oktober 2012

Cara OTAK menghapus ingatan buruk?



Bayangkan jika Anda Sedang berkencan dengan kekasih di pantai. Namun tiba-tiba angin berhembus kencang dan menerbangkan rok yang Anda pakai. Kekasih pun tidak sengaja mengintip pakaian dalam yang Anda kenakan. Bagaimana rasanya, pasti malu bukan?




Ingatan memalukan tersebut tentu Anda ingin lupakan. Memang faktanya Anda bisa melakukannya. Peneliti tepatnya menyebutkan bahwa ada dua cara, menindih atau mengganti ingatan demi menghindari pikiran tentang memori buruk, sedih, sampai memalukan.

"Menurut kami, setiap hari orang-orang mencampurkan mekanisme dua cara itu untuk mencegah ingatan kembali terlintas dalam otak," terang peneliti Roland Benoit dari University of Cambridge, seperti yang dilansir dari NBC News (19/10).

Roland dan penulis penelitian, Michael Anderson, lantas melibatkan 36 pria dewasa untuk melatih menghapus ingatan buruk dari otak. Sebagian dari mereka diminta menindih ingatan, sementara yang lain diwajibkan mengganti memori buruknya dengan hal berbeda.

Peneliti juga memantau kondisi otak selama responden melakukan usahanya untuk menghapus ingatan buruknya.

Peneliti kemudian menemukan ada bagian dalam otak yang mengontrol penindihan maupun pergantian ingatan. Misalnya, jika seseorang menindih ingatan, korteks dorsal prefrtontal menghambat aktivasi hippocampus yang memegang peranan menahan ingatan.

"Proses itu merusak proses ingatan. Makanya, ingatan seseorang akan terganggu ketika berusaha menampilkan kembali memori yang buruk," tutur Benoit.

Sementara jika mengganti ingatan, korteks caudal prefrontal dan midventrolateral prefrontal akan membentuk jaringan yang bekerja dengan hippocampus untuk menarik ingatan baru.

"Hanya dengan memperhatikan cara orang melupakan ingatannya, akan terlihat bahwa mereka sebenarnya melakukan penindihan atau pergantian memori," tambah Benoit.

Bisa dikatakan, cara pertama, penindihan, bekerja dengan 'menampar' mental dan menghentikan proses ingatan. Kemudian cara kedua, pergantian, berusaha menuntun otak pada ingatan baru demi menutup memori buruk.

Benoit pun menganggap cara kerja otak menghapus ingatan buruk ini cukup wajar. Sebab orang akan menganggap bisa menyelesaikan masalah dengan cara melupakannya.
 
 

Selanjutnya...

Senin, 15 Oktober 2012

Mengukur Usia OTAK Dengan Cara Sederhana

Mengukur Usia Otak Dengan Cara Sederhana [ www.BlogApaAja.com ]

Menurut sebuah penelitian, walau bagaimanapun anda merasa muda, wajah anda akan menunjukan usia anda yang sebenarnya. Lalu bagaimana dengan tubuh anda? Tahukah anda jika otak anda bisa jadi lebih tua dari pada usia anda?

Untuk membantu anda mengetahuinya. Ada beberapa test yang dapat dilakukan seperti yang dikutip dari Daily Mail.

Pertama-tama, mulailah dengan menuliskan usia anda saat ini dan kemudian tambahkan atau kurangi tahunnya yang dijelaskan yang sesuai dengan jawaban anda.

Hal pertama yang Harus Anda Lakukan Hitung mundur dalam kelipatan tujuh dari angka 100. Jika anda berusia dibawah 40, seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih 20 detik. Jika anda berusia 40-60, akan memakan waktu 40 menit.

Untuk Menghitungnya Kurangi dua tahun jika anda menghitung lebih cepat dari hitungan waktu yang ditetapkan diatas. Sementara itu, tambahkan dua tahun jika hitungan anda lebih lambat dari pada waktu yang ditetapkan.

Menurut pakar neurologi dari Universitas Nottingham yang mengambil spesialis1latihan otak, Professor Dave Moore, Otak kita terdiri dari jutaan sel yang saling mengirim informasi melalui hubungan yang dikenal sebagai Synapses. Semakin kuat koneksi yang ada, semakin mudah untuk bagi anda untuk memproses informasi yang diterima. Namun sejalannya dengan usia yang semakin tua, sel-sel diotak mulai mati dan koneksi yang terjadi mulai terputus. Hal itu mempengaruhi tingkat kecerdasan otak kita dalam berfikir dan mengingat sesuatu.

Untuk mencegah terjadinya kemunduran otak, Professor Moore menyarankan setiap orang untuk olahraga, khususnya aerobik. Menurutnya kegiatan itu dapat memberikan manfaat yang baik karena akan meningkatkan kebutuhan oksigen di dalam otak.

"Latihan (Aerobik) dapat membangun fungsi jantung sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Dan 20% suplai aliran darah akan mengalir ke otak.

Darah membawa oksigen ke otak. Otomatis hal ini akan meningkatkan daya dan menutrisi fungsi sel-sel dan Synapses dalam otak.

Professor Moore melanjutkan bahwa setidaknya anda harus melakukan latihan aerobik selama 30 sehari. Jika tidak anda bisa menggantinya dengan melakukan aktivitas berenang atau berjalan. Jadi, cukup mudah bukan?



sumber

Selanjutnya...