Jumat, 17 Agustus 2012

Hati - Hati Mencuci Tangan Dengan Sabun


Hati-hati saat mencuci tangan dengan sabun!
Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu anjuran kesehatan yang telah dilakukan banyak orang, terutama sabun anti bakteri. Namun, ada baiknya Anda pikirkan lagi sebelum mencuci tangan dengan sabun.

Sebuah penelitian di University of California, Davis, dan University of Colorado menunjukkan bahwa bahan kimia dalam sabun anti bakteri, yaitu triclosan, mampu menghambat kontraksi otot pada tingkat sel. Penelitian ini menemukan bahwa triclosan membat ikan berenang lebih pelan dan mengurangi kekuatan otot pada tikus.

"Triclosan bisa ditemukan di setiap rumah dan meresap pada lingkungan. Penemuan ini adalah bukti kuat bahwa bahan kimia ini bisa menjadi masalah bagi kesehatan manusia dan lingkungan," kata Isaac Pessah, profesor dan ketua Department of Molecular Biosciences di UC Davis School of Veterinary Medicine.
Triclosan biasanya ditemukan pada produk-produk anti bakteri seperti sabun cuci tangan, deodoran, obat kumur, pasta gigi, selimut, pakaian, karpet, mainan, dan kantong sampah.
US Environmental protection Agency pada 1998 memperkirakan sekitar 1 juta pon triclosan telah diproduksi Amerika Serikat setiap tahunnya. Bahan kimia ini bisa ditemukan dalam saluran air dan organisme air seperti ganggang, ikan, atau bahkan lumba-lumba. Selain itu bahan kimia ini juga terdeteksi dalam air kencing, darah, dan air susu manusia.

Para peneliti melakukan beberapa percobaan untuk melihat efek dari triclosan pada aktivitas otot dengan menggunakan dosis yang sama dengan yang digunakan manusia sehari-hari.
Dalam percobaan tersebut peneliti menemukan bahwa triclosan merusak kemampuan sel otot jantung dan serat otot rangka untuk berkontraksi. Secara khusus, peneliti mengevaluasi efek triclosan pada saluran molekul dalam sel otot yang mengontrol aliran ion kalsium dan menciptakan kontraksi otot.
Hasilnya, peneliti menemukan bahwa dengan adanya triclosan, komunikasi antara dua protein yang berfungsi menjembatani ion kalsium menjadi rusak dan menyebabkan kegagalan fungsi otot jantung dan rangka.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa triclosan mampu merusak jantung dan kontraksi otot rangka pada hewan hidup. Tikus mengalami penurunan fungsi jantung hingga 25 persen setelah terkena triclosan selama 20 menit. Tak hanya itu, tikus juga mengalami penurunan kekuatan otot hingga 18 persen dalam 60 menit setelah diberikan satu dosis triclosan.
"Dampak triclosan pada jantung sungguh besar, meski triclosan tidak digunakan sebagai obat, namun senyawa ini bertindak seperti penekan fungsi jantung yang kuat pada mode kami," kata Nipavan Chiamvimonvat, profesor pengobatan kardiovaskular di UC Davis, seperti dilansir oleh Times of India .

Selain pada tikus, peneliti juga mengamati efek triclosan pada ikan kecil fathead minnows, yang biasanya digunakan sebagai model untuk mengetahui tingkat polusi air. Ikan ini dibiarkan berenang dalam air yang mengandung triclosan selama tujuh hari.
Hasilnya, ikan yang terkena paparan triclosan selama tujuh hari mengalami penurunan pergerakan dan aktivitas renang dibandingkan dengan ikan yang tidak terkena triclosan.
Tim UC Davis sebelumnya telah mengaitkan efek triclosan dengan gangguan kesehatan lainnya seperti terganggunya aktivitas hormon reproduksi dan sel otak.

Menurut Chiamvimonvat, meski penelitian ini belum dilakukan pada manusia, namun efek triclosan yang terlihat pada beberapa jenis hewan merupakan indikasi kuat bahwa triclosan memiliki efek pada kesehatan pada tingkat paparan tertentu.

sumber