Senin, 20 Agustus 2012

Ternyata Ibu Obama keturunan budak pertama Amerika


Stanley Ann Dunham, Ibu Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama Jr., ternyata keturunan budak pertama Negeri Paman Sam bernama John Punch. Pernyataan itu dilontarkan oleh para peneliti dari situs www.ancestry.com

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (31/7), tim peneliti terdiri dari dua ahli genealogis mengusut garis keturunan Obama dari pihak ibu. Ann Dunham memang memiliki darah Eropa tapi kakek buyutnya adalah anak John Punch saat itu menikah dengan perempuan kulit putih. Alhasil Obama adalah cicit generasi ke-11

John Punch adalah budak kulit hitam pertama di Amerika Serikat. Dia tinggal di Koloni Virginia empat abad lalu. Dia awalnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tetapi dia tidak tahan dan mencoba kabur. Alhasil sang majikan meghukumnya menjadi budak seumur hidup pada 1640.

Setelah menjadi budak, Punch lalu menjalin hubungan dengan seorang perempuan kulit putih dan memiliki anak. Perempuan ini mewarisi status budak merdeka bagi keturunan Punch.

Sejumlah keturunan Punch ada berkulit putih dan menikah dengan sesama kulit putih. Demi mengaburkan identitas buyut mereka, maka orang tua memberi nama Bunch. Mereka kemudian menjadi tuan tanah sukses di Virginia. Dari mereka, lahir nenek Obama, Madelyn Lee Payne, lalu lahir sang ibu, Stanley Ann Dunham.
Menurut Elizabeth Shown Mills, pakar genealogi, dai dan rekannya menelusuri nenek moyang Obama menggunakan sejumlah dokumen dan analisis DNA. “Memang, penelitian genealogi seseorang tidak akan membuktikan secara pasti siapa nenek moyangnya. Tetapi riset ini sudah memenuhi standar tertinggi dan disertai bukti,” kata Mills.

Lawan politik Obama sejak awal selalu mempermasalahkan soal akte kelahiran dia lantaran dia dianggap tidak sah menjadi presiden Amerika Serikat karena tidak lahir di wilayah negara itu. Tetapi tuduhan itu runtuh setelah dia membuktikan sertifikat kelahirannya dia lahir di Hawaii pada 1961, beberapa saat setelah kedua orang tuanya bercerai.




sumber